Minggu, 16 April 2017

FAKTOR PENGEMBANGAN KURIKULUM (INDONESIA)

                                             1. PENDAHULUAN 
A.  Latar Belakang
          Pada dasarnya kurikulum adalah suatu cara untuk mempersiapkan siswa agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakatnya. Dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) mengenai sasaran penelitian dan pengembangan kurikulum adalah diperolehnya kompetensi lulusan yang sesuai dengan berbagai tuntutan pasar. KBK kemudian mendapat tanggapan, kritik dan saran dari pada praktisi serta masyarakat mengenai substansi isi kurikulum tersebut sehingga dikembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang diharapkan menjadi lebih baik dan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta sesuai dengan semangat desentralisasi. Seluruh komponen bangsa ikut memberikan dorongan bagi penyelenggara pendidikan untuk selalu melakukan proses perbaikan, modifikasi, dan evaluasi pada kurikulum yang digunakan. Di dalam proses pengendalian mutu pendidikan, kurikulum merupakan perangkat yang sangat penting karena menjadi dasar untuk menjamin kompetensi keluaran dari proses pendidikan. Kurikulum harus selalu diubah secara periodik untuk menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan pengguna dari waktu ke waktu.
B.  Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, dan agar permasalahan lebih mudah untuk dibahas, maka dalam makalah ini penulis merumuskan permasalahan pada faktor-faktor apakah yang mempengaruhi upaya pengembangan kurikulum?
                                               II.               PEMBAHASAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum adalah:
1.        Perguruan Tinggi : Pengembang ilmu pengetahuan dan pengembang LPTK. Jadi jenis pengetahuan yang dikembangkan di PT (perguruan tinggi) akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan.
       Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi perkembanagn kurikulum, terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Penguasaan ilmu, baik ilmu pendidikan maupun ilmu bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi perkembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Guru-guru yang mengajar diberbagai jenjang dan jenis sekolahan yang ada dewasa ini, umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP, FKIP, STKIP) melalui berbagai program, yaitu D2, D3, dan S1. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang SPG dan SGO, tetapi secara berangsur-angsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2.
2.        Masyarakat : Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk hidup dalam masyarakat. Jadi sekolah harus melayani aspirasi masyarakat (terutama dunia usaha sangat berpengaruh ). Sebagai bagian dan agen dari masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah itu berada. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat yang homogeny ataupun juga heterogen, masyarakat desa atau kota, petani, pedagang atau pegawai. Perkembangan dunia usaha yang ada dalam masyarakat mempengaruhi perkembangan kurikulum sebab sekolah bukan hanya menyiapkan anak untuk hidup, tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah.
3.        Sistem Nilai : Nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat harus terintegrasi dalam kurikulum. Dalam kehidupan masyarakat terdapat system nilai, baik nilai moral, social, keagamaan, budaya budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilai-nilai.  Masalahnya utama yang dihadapi pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah bahwa nilai dalam masyarakat itu tidak hanya satu, nilai-nilai tersebut heterogen.[1]

II.           KESIMPULAN
          Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum diantaranya yaitu:
1.      Perguruan tinggi: perkembangan lmu pengetahuan dan teknologi yang di kembangkan di perguruan tinggi memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran.
2.      Masyarakat: sekolah merupakan bagian dari masyarakat, jadi sekolah harus melayani aspirasi dari masyarakat.
3.      Sistem nilai: nilai-nilai dalam masyarakat umumnya heterogen dan multifaset, jadi sistem nilai tersebut harus terintegrasi dalam kurikulum.




[1] Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm.158-160.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan Anak dalam Perspektif Al Qur'an

BAB I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Anak dalam perspektif Islam merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada orang tua, d...