Minggu, 16 April 2017

MAKALAH KELOMPOK SOSIAL

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, akan tetapi dia adalah makhluk yang telah mempunyai naluri untuk hidup dengan manusia lain. Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyakut kaitan timbal-balik yang mempengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling tolong menolong Kelompok sosial mempunyai beberapa syarat antara lain:
1.   Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
2.      Ada hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
3.     Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. faktor tadi dapat merupakan nasib, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideology politik yang sama dan lain-lain.
4.      Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
5.      Besistem dan berproses.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu kelompok sosial?
2.      Ciri-ciri dan dasar pembentukan kelompok sosial.
3.      Klasifikasi kelompok sosial.
4.      Masyarakat desa dan kota.
5.      Dinamika kelompok sosial.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Kelompok Sosial
1.      Menurut Sorjono Soekanto. Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.
2.      Menurut Hendro Puspito. Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
3.      Menurut Paul B. Horton & Chaster L. Hunt. Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
      Jadi kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan dan rasa memiliki.
B.     Ciri & Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
Ciri-ciri kelompok sosial:
1.      Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain.
2.   Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
3.   Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya.
4.      Memiliki kepentingan bersama.
5.      Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
Dasar pembentukan kelompok sosial:
1.      Faktor kepentingan yang sama (Common Interest),
2.   Faktor darah / keturunan yang sama (common in cestry),
3.   Faktor geografis,
4.   Faktor daerah asal yang sama,
C.    Konsep Pembagian Kelompok
Setiap kelompok dapat dibagi-bagi berdasarkan perbedaan dan persamaan ciri. Dalam membagi kelompok-kelompok tersebut, terdapat beberapa konsep mengenai kelompok-kelompok yang mempunyai definisi berebeda.
      Konsep yang pertama adalah konsep ras. Konsep ras diartikan sebagai suatu tanda peran (role sign) yang didasarkan pada ciri fisik. Sebagai contoh adalah di daerah Selatan Amerika, bangsa ras kulit hitam dianggap memiliki peran untuk menghormati ras kulit putih. Konsep yang kedua adalah konsep yang didasari oleh persamaan kebudayaan, yaitu kelompok etnik. Dalam konsep ini, kelompok etnik merupakan suatu bentuk Gemeinschaft dengan persamaan warisan kebudayaan dan ikatan batin di antara anggotanya. Konsep ketiga adalah rasisme, yaitu suatu ideologi yang didasarkan kepada keyakinan bahwa ciri tertentu yang dibawa sejak lahir menandakan bahwa pemilik ciri tersebut lebih rendah sehingga didiskriminasi. Konsep keempat yang juga merupakan ideologi adalah seksisme. Dalam seksisme, hal yang menjadi dasar klasifikasi adalah kecerdasan dan kekuatan fisik. Contohnya laki-laki dianggap lebih tinggi daripada perempuan karena fisiknya kuat. Konsep berikutnya adalah ageisme, yang menjadikan faktor usia sebagai dasar klasifikasi. Contohnya adalah terkadang orang yang telah lanjut usia atau anak-anak di bawah umur dianggap tidak mempunyai kuasa dalam pengambilan keputusan. Konsep yang terakhir adalah rasialisme. Rasialisme merupakan bentuk praktik diskriminasi terhadap kelompok lain, seperti tidak menjual atau menyewakan rumah kepada ras atau etnik tertentu
D.    Klasifikasi Kelompok Sosial
1.      Kelompok semu, terbentuk secara spontan.
Ciri-ciri kelompok semu:
a.       Tidak direncanakan,
b.      Tidak terorganisir,
c.       Tidak ada interaksi secara terus menerus,
d.      Tidak ada kesadaran berkelompok,
e.       Kehadirannya tidak konstan.
Kelompok semu dibagi menjadi:
a.       Crowd (kerumunan)
Kerumunan (Crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan :
1).  Formal audiency / pendengar formal
Contoh: Orang-orang mendengarkan khotbah, orang-orang nonton di bioskop.



2).  Planned expressive group
Kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetapi mempunyai persamaan tujuan
3).  Inconvenient Causal Crowds
Kerumunan yang sifatnya terlalu sementara tetapi ingin menggunakan fasilitas-fasilitas yang sama. Dengan kata lain kerumunan ini kumpulan yang kurang menyenangkan. Contoh: Orang antri tiket kereta api.
4).  Panic Causal Crowds
Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panic, yaitu orang yang sama-sama menyelamatkan diri dari bahaya.
5).  Spectator Causal Crowds
Kerumunan penonton atau orang-orang ingin melihat peristiwa tertentu.
6).  Ecting Low less Crowds
Kerukunan emosional. Contoh: Orang-orang demo.
7).  Immoral low less crowds
Orang-orang tak bermoral. Contoh: Orang-orang yang sedang minum minuman keras.
b.   Publik
Sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri hampir sama dengan massa, perbedaannya publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentuknya publik karena ada perhatian yang disatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti : radio, tv dan pengeras suara. Dengan kata lain publik merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interksi terjadi secara tidak langsung melalui alat/media komunikasi.
c.       Massa
Merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hamper sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan.
Contoh: mendatangi gedung DPR dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan.

2.      Kelompok nyata, mempunyai beberapa ciri khusus sekalipun mempunyai berbagai macam bentuk, kelompok nyata mempunyai 1 ciri yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan.
a.       Kelompok Statistical Group
Kelompok statistic biasanya terbentuk karena dijadikan sasaran penelitian oleh ahli-ahli ststistik untuk kepentingan penelitian.
Ciri-ciri kelompok statistik :
1). Tidak direncanakan, tetapi bukan berarti sangat mendadak melainkan sudah terbentuk dengan sendirinya.
2). Tidak terorganisir
3). Tidak ada interaksi terus menerus
4). Tidak ada kesadaran berkelompok
5). Kehadirannya konstan.
b.      Societal Group / Kelompok Kemasyarakatan
Kelompok societa memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi di antara anggota dan tidak terlihat dalam organisasi.
c.       Kelompok sosial / social groups
Para pengamat sosial sering menyamakan antara kelompok sosial dengan masyarakat dalam arti khusus. Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan, atau kegemaran yang sama. Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang berinteraksi dan berkomunikasi secara terus menerus. Contoh : ketetanggaan, teman sepermainan, teman seperjuangan, kenalan, dan sebagainya.
d.      Kelompok asosiasi / associational group
Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisir dan memiliki struktur formal (kepengurusan).
Ciri-ciri kelompok asosiasi :
1). direncanakan
2). terorganisir
3). ada interaksi terus menerus
4). ada kesadaran kelompok
5). kehadirannya konstan.
Klasifikasi Kelompok Nyata
a.         Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antar anggota
            1).        Gemeinschaft / paguyuban
Merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal.
Ferdinand Thonies membagi menajdi 3 bagian : Gemeinschaff by blood (Paguyuban karena adanya ikatan darah. Contoh : kerabat, klien), Gemeinschaft of place (Paguyuban karena tempat tinggal berdekatan. Contoh : RT, RW, Pedukuhan, Pedesaan), & Gameinschaft of mind (Paguyuban karena jiwa dan pikiran yang sama.
Contoh : kelompok pengajian, kelompok mahzab).
                        2).        Gesselschaft / patembayan
Merupakan ikatan lahir yang bersifat kokoh untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.
Contoh : ikatan antar pedagang, organisasi dalam sebuah pabrik.
http://1.bp.blogspot.com/__wKSIY9nq2Q/TLWcHWGKDcI/AAAAAAAAC7g/B047jLT2DpQ/s1600/perbedaan.gemeinshaft.jpg

b.      Klasifikasi Menurut Kualitas Hubungan Antar Anggota
1).  Kelompok Primer (Primary Group)
Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal. Contoh : keluarga, kelompok sahabat, teman.
2).  Kelompok Sekunder (secondary Group)
Merupakan hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat. Contoh : sekolah, PGRI.
c.       Klasifikasi Menurut Pencapaian Tujuan
1)      Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya. Contoh : Parpol, lembaga pendidikan.
2)      Kelompok Informal
Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Contoh : anggota OSIS.
d.      Klasifikasi menurut pendapat K. Merthon
1).  Membership Group
Merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Contoh : Anggota suatu organisasi..
2).  Reference Group
Merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan tersebut. Contoh : Anggota ABRI.
e.       Klasifikasi menurut sudut pandang individu
1).  In Group
      Merupakan kelompok sosial tempat individu mengidentifikasikan diri.
2).  Out Group
      Merupakan kelompok sosial yang menjadi lawan dari in group.
E.      Masyarakat Pedesaan (Rural Community) dan Masyarakat Perkotaan (Urban Community)
1.      Masyarakat Setempat (Community)
Istilah masyarakat setempat (community) menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu, dimana faktor utama yang menjadi dasar utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggota, dibandingkan dengan interaksi dengan penduduk di luar batas wilayahnya.
2.      Tipe-tipe Masyarakat Setempat
Dalam mengklasifikasikan masyarakat-masyarakat setempat, dapat digunakan empat kriteria yang saling berpaut :
a. Jumlah penduduk
b. luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman,
c. fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat
d. organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
3.      Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat pedesaan biasanya ditujukan pada sekumpulan orang yang bertempat tinggal di daerah desa atau jauh dari daerah ibukota/perkotaan. Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan masyarakat pedesaan lain. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah perkotaan. Cirri dari masyarakat perkotaan antara lain kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan di desa dan lebih bersifat individulistis.
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Sebab-sebab urbanisas dapat ditinjau dari dua sudut, yaitu :
1. Faktor yang mendorong penduduk desa untuk urbanisasi seperti lengkapnya pusat hiburan dan adanya lapangan pekerjaan dan lain sebagainya
2. Faktor yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota seperti  pendidikan lebih banyak di kota dan lain sebagainya.
F.    Dinamika Kelompok Sosial
     Yaitu suatu proses perkembangan dan perubahan akibat adanya interaksi dan interdependensi baik antar anggota kelompok maupun antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Faktor-faktor pendorong dinamika sosial :
1.      Faktor dari luar (Extern)
a.       Perubahan Sirkulasi Sosial
Disebabkan dari kemerdekaan wilayah, masuknya industrialisasi ke pertanian dan adanya temuan-temuan baru.
b.      Perubahan Situasi Ekonomi
Dapat menyebabkan suatu kelompok sosial berkembang, misalnya masyarakat perkotaan. Kelompok kekerabatan akan bergeser menjadi hubungan sosial berdasarkan kepentingan sehingga kelompok kekerabatan yang termasuk klasifikasi ke kelompok primer berubah menjadi kelompok kepentingan yang termasuk klasifikasi kelompok sekunder.
c.       Perubahan Situasi Politik
Seperti perubahan elit kekuasaan, perubahan kebijakan dan sebagainya. Menyebabkan perkembangan pada kelompok-kelompok sosial.
2.      Faktor dari dalam (Intern)
a.       Adanya konflik antar anggota kelompok
b.      Adanya perbedaan kepentingan
c.       Adanya perbedaan paham.

BAB III
KESIMPULAN

            Jadi kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan dan rasa memiliki.
            Ciri-ciri masyarakat desa: Menjunjung moral dan noerma-norma  yang berlaku, Menjalankan adat istiadat dengan benar-benar, pola hidup gotongroyong, masih tradisional, pendidikan masih rendah, keadaan alam masih asri, udara masih sejuk, belum banyak bangunan mewah, dan sarana dan prasarana masih kurang. Ciri-ciri masyarakat kota: Banyak bangunan mewah, transportasi lengkap, tehnologi canggih, sarana dan prasarana memadai, dan mata pencarian beragam
            Kesimpulan dari dinamika sosial adalah keadaan yang tidak stabil dalam kelompok sosial akan menyebabkan konflik antar kelompok sosial maupun sesame anggota kelompok sosial. Di dalam dinamika kelompok sosial mungkin terjadi perbedaan pendapat hingga menjurus pada sikap etnosentrisme antar kelompok atau anggota.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan Anak dalam Perspektif Al Qur'an

BAB I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Anak dalam perspektif Islam merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada orang tua, d...