Sabtu, 15 April 2017

AWAL PEMERINTAHAN DINASTI BANI UMAYYAH

DINASTI BANI UMAYYAH
A.    Awal Pemerintahan dan perluasan wilayah Bani Umayyah
Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayah, pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun - temurun).[1] Kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi, dan tipu daya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Mereka tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interpretasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Mereka menyebutnya “khalifah Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah.[2]
Kekuasaan Bani Umayah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibu kota daulah Amawiyah dipindahkan oleh Muawiyah dari Madinah ke Damaskus, sebuah kota tua di negeri Syam. Khalifah-khalifah besar yang ada di dinasti Bani Umayah ini adalah :
a.       Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M)
b.       Abd Al-Malik ibn Marwan (685-705 M)
c.       Al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M)
d.      Umar ibn Abd-aziz (717-720 M)
e.       Hasyim ibn Abd Al-Malik (724-743)
Muawiyah dapat  menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul pada saat ekspansi ke Timur. Ekspantasi (tindakan aktif untuk memperluas dan memperbesar cakupan usaha yang telah ada) ini dilanjutkan oleh khalifah Abd Al- Malik yang berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawariz, Ferghana, dan Samarkand. Dan tentaranya dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
Ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Al-Wahid ibn Abdul Malik. Masa pemerintahan Wahid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. Pada masa pemerintahan yang berjalan 10 tahun ini dicatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah Barat Daya  Benua Eropa pada tahun 711 M setelah Aljazairdan
Marokko dapat ditundukkan,Tariq bin Ziyad, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Erropa, dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq).
Di jaman Umar ibn Abd Al-Aziz, serangan dilakukan di Perancis melalui pegunungan Piranee, yang dipimpin oleh Abd Al-Rahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Penyerangannya dimulai dari Bordeau, Poitiers. Pada saat menyerang Tours, al-Ghafiqi terbunuh dan tentaranya  mundur dan kembali ke Spanyol. Wilayah kekuasaan Islam pada masa Bani Umayah sangat luas. Daerah tersebut meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiyah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.[3]
Dalam masa Bani Umayyah, jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang jadi profesi spesialis dalam bidangnya. Meskipun keberhasilan banyak dicapai pada dinasti ini, namun politiknya belum juga stabil, karena Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan ibn Ali ketika beliau naik tahta, yang isi perjanjiannya menyebutkan persoalan penggantian kepemimpinan setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam, namun Muawiyah memilih anaknya Yazid sebagai putra mahkota.
Ketika Yazid naik tahta, masyarrakat Madinah terpaksa mengabdi kepadanya, kecuali Husein ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair. Perlawanan terhadap Bani Umayah dimulai oleh Husein ibn Ali pada tahun 680 M, beliau pindah dari Makkah ke Kufah atas permintaan golongan Syi’ah (pengikut Ali) yang ada di Irak. Orang Islam di daerah ini tidak mengakui Yazid, lalu mereka mengangkat Husein sebagai Khalifah.
Dalam pertempuran di Karbela (sebuah daerah dekat Kufah),  tentara Husein kalah dan Husein pun terbunuh. Kepala Husein di penggal, lalu dikirim ke Damaskus, seedangkan tubuhnya dikubur di Karbela. Abdullah ibn Zubair membina gerakan oposisinya di Makkah setelah beliau menolak sumpah setianya kepada Yazid. Akan tetapi beliau menyatakan diri sebagai khalifah setelah Hussein ibn Ali terbunuh. Peperangan terjadi kembali, Yazid mengepung Makkah. Namun, peperangan berhenti karena Yazid wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus yang dipimpin oleh Al-Hajjaj.[4]



[1] Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, (Jakarta : Rajawali Pers, 2006), hlm 42-43
[2] Musyrifah sunanto, sejarah islam klasik perkembangan ilmu pengetahuan islam, ( Jakarta : Kencana, 2003 ), hlm 37
[3] Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II, hlm 43-45
[4] Ibid, hlm 45-47 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan Anak dalam Perspektif Al Qur'an

BAB I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Anak dalam perspektif Islam merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada orang tua, d...